a many little think called love

a many little think called love
give a love = get a love

Minggu, 15 April 2012

" seperti orang bodoh ! "



Saat melangkah dan angin berhembus, dingin menusuk yang kian mendalam. Namun dingin itu tak sesakit ini, sesakit dimana kesendirian menanti. Hanya menatap jam yang terpasang di pergelangan dan menatap langit yang kian mendung. Ya, hujan akan turun membasahi bumi. Masih menunggu datangnya hati yang kian membaik, tak apa hujan membasahiku, tak apa walau apipun tak apa.

Sesak rasanya menunggu dalam kesendirian, hanya bisa menghela nafas panjang dan merunduk dan kembali melihat jam yang terpasang di pergelangan tangan. Membayangkan sesosok manusia datang dihadapanku dengan segenggam mawar ditanganya dan mengucapkan maaf akan keterlambatanya, kurasa itu mustahil.

Tak semakin membaik perasaanku kini, apa ini ? kenapa begini ?apa yang salah denganku ? sikapku ? ataukah perkataanku ? entahlah. setelah kutatap langit yang kini hujan serasa menangis untukku, membasahi pipiku, dan aku tahu langit kini mewakili perasaanku saat ini. Semakin gelap hari semakin dingin begitu juga semakin gelap perasaanku semakin dingin hatiku, membeku.



Kini aku berusaha melangkahkan kakiku, beku namun ku kuatkan, rapuh namun ku topangkan. Sesak dan sakit saat menatap kursi yang akan ku tinggalkan, terfikir sejenak, bagaimana jika ia datang dan ia menunggu ? bagaimana jika ia tak datang apakah aku yang akan kembali menunggu ?. tersentak kaki ini kaku tak dapat melangkah. Ku langkahkan kaki ini kembali menuju kursi itu dan kembali menunggu.

        "aku akan tetap menunggumu walau itu sesakit apapun asal kau tak menderita seperti hatiku "

Kugosokan kedua telapak tanganku yang kian mendingin, memasukanya kedalam sakuku yang hangat. 10 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 3 jam telah berlalu. Kau belum datang menghampiriku, ribuan kali ku tatap jamku yang kini berembun dan ribuan kali ku hembuskan nafas panjangku ini. apakah kau tahu ?

Apakah kau tahu betapa indahnya tempat ini ? namun apakah kau tahu seburuk apa sekrang aku ini ?. menunggumu layaknya orang bodoh. Mengharapkan sesuatu seperti sudah gila, apakah kau tahu itu ?. Aku kembali menatap jalan yang basah dari kejauhan, lampu - lampu jalan yang kuning membuatku semakin sedih. 


Layaknya lukisan indah biasan air hujan memantulakan cahaya lampu jalan, entah sampai kapan aku harus menunggu jalan yang panjang ini. Terus meratapi nasib yang kian menyedihkan, akan kah kau datang ? jadi bayangmu pun tak apa, sebegitu menyedihkanya kah aku ? sebegitu bodohnya kah aku ?.

Ku lihat bayang dirimu dari kejauhan, apakah ini mimpi ? dengan jas yang basah kau berlari menghampiriku, apakah kau benar- benar menghampiriku dan menghawatirkanku ?, jantungku berdegup semakin cepat setelah menatapnya yang dengan tergesa-gesa berlari kearah ku. Dengan serentak aku berdiri dari duduku, namun apakah ia tahu ? apakah semua perkiraanku ia tahu ?. ia hanya melewatiku tanpa menghampiriku.

Seseorang yang kutunggu selama ini tak sedikitpun menyadari bahwa aku tlah menunggunya, bahwa aku telah menanti begitu lama. Kini hati yang ku jaga semakin hancur saat kulihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa hatinya bukanlah milikku, ia datang dan bahagia dengan orang lain dan itu bukan aku. Ku hanya bisa menatapnya dari kejauhan layaknya mengejar kupu-kupu yang sedang terbang, begitu bodoh.



Meringis hati ini, saat aku tahu bahwa luka ini terlalu dalam dan terlalu perih untuk terobati, atau mungkin tidak dapat menemukan obatnya. Tumpah begitu banyak air dari mata ini, sesak hati ini untuk berkata bahwa seharusnya kunyatakan perasaanku atau bahkan ku menahannya berlalu layaknya angin lalu dihadapanku. 

Tak satupun kata yang mampu mengungkapkan perasaanku, tak satupun air mata ini sesungguhnya untuk menangisinya, namun hati ini begitu sakit tak lagi kufikirkan bagaimana tatapnya terhadap orang lain begitu bahagia, mengapa denganku tidak ?.

Aku yakin suatu hari nanti akan datang, datang dimana air mata ini takkan jatuh lagi karna akan ada yang menghapusnya. suatu hari nanti ada yang mengenggam tanganku disaat gelisah dan takut selain mama dan papa. suatu hari nanti ada yang meminjamkan pundaknya untukku bersandar membagi luka yang ada. Suatu hari nanti aku yakin biarkan kini aku membuang cinta yang luka saat ini.








Minggu, 25 Maret 2012

something you can erase..




A many loves that you can got..when you belived that you can secrefice of life..A many rainbows that you can see when you didn't cried again..A many feels that you can touch when you will be opening your heart..

A little things that you cann't hear that you wouldn't hear anyone else.. A little things that you cann't say when you dont let anybody speak to you.. A Little things that you cann't see when you didn't gave a choice anybody to look at you..

You have an freedom of choice, you have an occasion of your live when you want it.. you who have a beutiful destiny when you have a good choice.. and you who have a down on luck when you wrong maybe..

and how many times i used when .. you can smile when you feels happy and you can cry when you fell something bad.. dont hide of your feels.. dont run away from your reality.. just belived that you'll be alright ..

Sabtu, 24 Maret 2012

that because you didn't love me, i didn't care anymore ?



I'm sad because I can only look, because I cannot touch
You stand right before me and I'm always behind you

I'm always standing in the shadow, crying with my shadowed face 
I can't even ask you to turn around
Again I am crying

Even when tomorrow comes, I love you 
I love you more than yesterday
Without being able to express what's in my heart
Again today, I love you

I don't want to be behind you 
I always want to be next to you
I want that day to come
That is why I live

Even when I see you I miss you 
Even when we're together I'm lonely
I don't see an end to this one-sided love
Although it's hard and although it's upsetting

Even when tomorrow comes, I love you 
I love you more than yesterday
Without being able to express what's in my heart
Again today, I love you

That person, the fool, who doesn't even know my heart 
That person, right in front of me
Yes, that person is you

Even when I see you I miss you 
Even when we're together I'm lonely
I don't see an end to this one-sided love
Although it's hard and although it's upsetting

Even when tomorrow comes, I love you 
I love you more than yesterday
Without being able to express what's in my heart
Again today, I love you

"baek ji young _ i love you too"



Jumat, 23 Maret 2012

One side love



Pernahkah dirimu merasakan apa yang dirasakan orang lain ?
mencintai namun tak didengar..
mencintai namun tak disadari...
seperti orang bodoh, hanya bisa melihat drinya menangis dan dirimupun menangis...
seperti orang bodoh hanya bisa melihat dirinya tertawa dan dirimupun tertawa...
tersiksa namun ia tak melihatnya..
memanggil namanya namun tak didengarnya...
dirinya hanya satu-satunya dihatimu namun ia tak mengetahuinya...
ketika ia terluka karena cinta orang lain maka ia mendatangimu dan menangis karenya...
hari ini hingga seterusnya dirimu tetap memanggilnya ribuan kali namun tetap saja ia tak mengetahuinya...
berharap selangkah saja lebih dekat..
namun perasaan ini sungguh pahit..
karana mungkin dirimu merasa bersalah padanya karna kau hanya mengenal dirinya..
dan dirimu tidak berarti baginya...
dan dirimu tetap menunggunya....
aku pernah merasakan itu....


M SIGNAL-YOU DON'T KNOW



I met you, loved you and hurt by that love
Just looking at you without being beside you, I’m a fool.
When you cried, I cried. When you smiled, I smiled.
Like a child, just following you whatever you do, I’m a fool.
I love you but you can’t hear it
I love you but you don’t know it
I shed teardrops in my heart but you don’t see it
I call out your name but you  can’t hear it.
You are the only one for me but you don’t know it.
My love is blind, my love is poignant, and I can’t do that.
Just turn around and I’m right here behind you.
When you’re tired of someone else’s  love, hurt by someone else’s love
Just turn around once.
I love you but you can’t hear it
I love you but you don’t know it
I shed teardrops in my heart but you don’t see it
I call out your name but you can’t hear it.
You are the only one but you don’t know it.
My love is blind, my love is poignant, and I can’t do that.
Today I call you a thousand times..
Even though you can’t hear it.
I love you so, please look at me
I love you so, please come to me
Please come one step closer, I will wait for you.
I’m sorry because I only know you
I’m nothing without you.
Because of this bitter love, I call for you.
You don’t know…





ketika berharap sesuatu terjadi..
air mata inipun akan tetap meleleh layaknya lahar merapi..
dirimu merasakan suatu rasa yang amat pahit dan tersiksa..
mencintai seseorang mengapa begitu menyedihkan..
mencintai seseorang mengapa begitu menyakitkan..
berharap hanya dirinya bisa melihatmu lebih namun ia tak mengerti..
mengerti bagaimana perasaanmu selama ini.. 
mengerti betapa lelahnya dirimu menunggunya...
dirimu merindukanya sangat merindukanya..
tak apa walau itu menyakitimu.. menangis karna cinta yang lain..
tak apa walau itu menyiksamu.. melihatnya dipelukan yang lain,,
seperti orang bodoh yang rela melepaskanya pergi namun hati terus menangis..
seperti orang bodoh melihatnya namun ia tak disampingmu..
ingin menggapainya namun ia tlah pergi melangkah lebih jauh,,
kini dirimu mengerti bahwa dirimu tak berarti baginya..
dirimu tak berharga baginya, namun dengan luka kau hanya tersenyum mengucapkan "aku tidak apa-apa"
dan ia percaya hal itu..
mngucapkan perasaanmu padanya..
hanya membuatnya semakin bertambah parah..
berharap bisa melupakanya namun ia selalu datang menghampirimu..
dimimpimu maupun nyatamu yakni hidupmu..
perasaan frustasi ini meninggal begitu dalam luka yang takkan ia mengerti..
apa yang akan ia rasakan jika dirimu tahu bahwa ia mengerti ?
mengerti apa yang kau rasakan selam ini ?
apakah dirimu tetap hanya menggeleng mengatakan padanya bahwa dirimu baik-baik saja ?
ataukah dirimu membiarkan ia merasa bersalah ?
jikalau aku..
aku akan tetap mengatakan bahwa aku baik-baik saja ..
asalkan ia bahagia.....

Selasa, 28 Februari 2012

"Tersenyumlah"

Masa lalu adalah pelajaran dimana kita mampu untuk melangkah ke masa depan. Bukan berarti masa lalu adalah hal yang tak harus diingat baik itu pahit maupun manis semua sama saja. Kehidupan akan terus berputar seiringnya perjalanan waktu. Umur akan selalu berkurang seiring berjalanya detik-detik kematian. Pepatah mengataka kita tak mampu mundur kebelakang yang ada hanyalah mengingat dan memperbaiki apa yang salah di masa lampau.

Semakin berkembangnya teknologi, juga semakin berkembangnya otak manusia. Tak ada lagi manusia yang gap-tek (gagap teknologi) di era ini. Sejak lahir bayi-bayi sudah memakan teknologi dari segi cara mereka berjalan maupun berbicara, bahkan zaman ini bayi-bayipun sudah mampu menggunakan laptop maupun handphone. Bagaimana nasib kedua orang tua kita ? bagaimana nasib kakek dan nenek kita ?. Tak banyak dari anak remaja yang jengkel akan ke "gap_tek"an orang tuanya, bahkan mereka lebih memilih mengeraskan volume radio di kamarnya ketika salah satu orang tua mereka menerima telfon dengan telfon genggam.

Semakin berkembangnya kehidupan saat ini namun tidak dengan sebuah perasaan, perasaan tak pernah berkembang dan perasaan selalu berputar. Sedih, senang, suka maupun duka, harapan maupun berharap, mencintai ataupun dicintai, membenci dan menyukai. Tak lihatkah era ini semakin berkembang pesatnya teknologi, baik dari segi komunikasi ataupun teknologi elektronik, moral serta perasaan tak lagi menjadi patokan yang kompeten untuk kehidupan. Dari segi apa seseorang yang hidup makmur selalu bahagia ?.Tidak, tidak semua yang berkehidupan makmur dan berteknologi canggih berkecukupan bahkan berlebihan tak selalu bahagia, itulah perasaan.

Semakin jauh kita melangkah akan hal yang menyakitkan, semakin jauh kita melangkah akan hal-hal yang membahagiakan. Semua tak berkembang seperti apa yang diharapkan, namun semuanya adalah keputusan kita sendiri untuk memilih apa yang akan dirasakan dan semua bukan salah siapa-siapa. Semakin seseorang bercermin maka ia akan menemukan dimana dan apa yang dirasakan. Diatas sebuah bukit, kini diperhatiakan tumbuh sebuah pohon rindang, namun adakah air akan menggusurnya turun ?. Tidak, semua hanya ilusi bagi sebatang pohon yang sudah tua itu. akan tetapi begitu pulalah manusia mengatakan bahwa perasaan itu berkembang,. Namun mereka akan mengerti seiring berjalanya waktu yang amat teramat sangat panjang.

bisa bayangkan betapa puasnya kita berlari mengejar ombak dengan tertawa riang mengeluarkan semua apa yang dirasakan, penat kesal dan marah namun bisa juga bahagia karena bisa melampiaskan semua itu. Dengar alunan gitar karena sesuai era teknologi bagaikan di paradise duniawi, mungkin sedikit menghempaskan lelah dan penat selama perajalanan kehidupan. Di tahap ini semuanya akan merasakan bagaimana indahnya perasaan itu. saat tersenyum dikala kesedihan akan merajalela dunia, tak ada kata satupun untuk mengasihani diri sendiri karena ketidak mampuan. Maka dari itu, tersenyumlah selama kau mampu , selama kau bisa untuk tersenyum menghapus semua luka. Untuk apa bersedih dan untuk apa mengis selama hati dan bibir mampu untuk tersenyum.

sesuai perkembangan teknologi dan perkembangan otak, tak hanya mono-perasaan yang harus dirasakan kita bisa mencampuskanya dengan berbagai perasaan selama kita mampu tuk bertahan untuk apa mengis jikalau ingin mengasihani diri sendir mengapa tak tersenyum ? untuk apa tertawa jika kau merasakan sebuah kebahagiaan yang sangat teramat dalam mengapa tak menangis saja ?. akan tetapi sebenarnya menagis juga diperlukan sebagai sensitifitas perasaan kita, sejauh mana kau menanam perasaan pada dirimu atau terhadap orang lain, maka sejauh mana kau mampu untuk bertahan jikalau kau mampu untuk menanamnya itu semua adalah hal yang mutlak.

" selama anda mampu mengapa tak lakukan hal yang bisa membuat orang lain bahagia tanpa mengorbankan apapun ? selama anda kuat mengapa tak melakukan sesuatu yang tanpa menyakiti siapapun ? ataukah semuanya hanya diam dengan hilangnya sesuai perkembangan zaman ? "

Tertawa, menangis, tersenyum, marah, sedih, menderita, terluka . Terheran mengapa semua orang didunia ini senang sekali atas penderitaan orang-orang yang ada disekelilingnya, dan membuat semua itu menjadi bahan olokkan. Apakah tak ada yang menyadari perasaan seseorang itu, mungkin ia tersenyum karena terluka betapa kuatnya ia,. namun satu hal yang harus di ketahui. jaiak seseorang terluka maka " maaf atau terima kasih" lah obatnya :)

Sabtu, 28 Januari 2012

adakah ? atau tidakkah ?

terkadang..
aku termenung sendiri menatap tenggelamnya matahari..
hari semakin sore, entah apa yang aku fikirkan..
bermimpipun tidak, malampun belum terjadi..
akhir-akhir ini kondisi tubuhku semakin memburuk..
entah apa yang aku fikirkan.
semua tempat yang ku pijakkan menjadi bergoyang..
membuatku muak !
akupun tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi..
hanya ini yang mampu aku lakukan..
menangis...
Tuhan..
adakah yang bisa menolongku ?
aku tak butuh seseorang yang tampan maupun kaya..
aku hanya ingin sembuh dari trauma ini...
membuat hati ini kembali berdegup cepat saat memikirkanya..
membuatku selalu teringat kepad-Mu..
tak lagi menangis saat tak ada disampingnya..
tak lagi selalu khaawatir akan kehilanganya..
adakah ?
Tuhan..
mungkin selama ini aku selalu salah..
sehingga selalu saja terluka..
apakah benar ?
kondisiku semakin memburuk..
air mata ini hampir saja kering...
namun kenapa luka ini tak pernah kering ataupun sembuuh ????
kapan aku bisa bangkit dari kegelapan ini ?
selalu takut akan cinta..
takut melukai karna tahu bagaimana rasanya..
takut mengkhawatirkan karna aku tahu rasanya..
takut menunggu karna aku tahu bagaimana rasanya...
sakit...
aku tak butuh seseorang yang bermulut manis,,
namun, aku berharap seseorang yang bisa menenangkanku..
aku tak butuh seseorang yang kaya,,
namun aku berharap dia cukup untuk menghidupi aku dan masa depan kami..
aku tak berharap seseorang yang tampan,,
namun aku berharap sikapnyalah yang mencerminkan ketampanannya..
aku tak butuh seseorang yang mencintaiku..
namun aku berharap aku bahagia bersamanya..
adakah yang bisa menolongku ?

Selasa, 03 Januari 2012

*EuphoriA*

BAB I
Waktu yang tak bisa di hentikan

   Hal wajar bagi seseorang merasa waktu berjalan dengan cepat karena perasaan bahagia, namun banyak pula yang merasakan waktu berjalan dengan lambatnya karena perasaan sedih. Seandainya waktu bisa ditentukan dan waktu bisa berputar ulang, apa yang akan dirasakan ?.
   Didunia ini seseorang pasti tidak tahu apa yang akan terjadi, namun ada pula seseorang yang tidak menyadari apa yang telah dilakukan sebelumnya. tahukah ?, apakah semua masalah waktu, dan manusia tak bisa atau bahkan tak biasa mengontrolnya sehingga waktulah yang mengendalikan.
   Aku, mungkin salah satu korban kekejaman dari waktu, aku dan saudara kembarku dilahirkan tidak sesuai dengan waktunya sehingga membuat kami merasa aneh, aneh akan dunia kami yang bukan hanya sekedar nyata.

11.13 AM  Los Cancerberos del Infierno Hospital.
"Angel Azteca Dysphoria dan Angel Azteca Euphoria, nama yang indah"
" Suster Gilberta, apakah itu anak dari pasangan mr.Smith dan ny.Gabriela yang lahir prematur ? " tanya salah seorang suster seraya mengganti popok salah seorang bayi yang menangis.
" Ya, benar. mat mereka bewarna Hazel dan indah. namun lihat perbedaan keduanya, Euphory tenang sekali dan Dhy sangat resah, ada apa sesungguhnya ?"Gilberta sejenak terbingung ketika menggendong tubuh salah satu dari kedua bayi itu.
 "Benar ! benar sekali, kufikir hanya aku yang merasakanya, aku merasakan ketika menggendong dhy, aku merasakan ketakutanku sendiri yang selama ini menghantui, namun ketika ku menggedong euphory, semuanya terasa berbeda." terjawab sudah pertanyaan Gilberta, ia hanya termanggut mentap mata bayi itu yang kembali menatapnya.
   Butuh waktu yang lama memecahkan misteri itu, hingga akhirnya 3 Mingu kemudian  mr.Smith dan ny.Gabriela membawa pulang kedua bayi itu. 


-------------------------------------------------------------------------------------------Euphory


   6 Tahun berlalu dengan cepat.
"Euphory, apakah kau tahu apa itu kematian ? kemana orang yang telah mati itu akan dibawa ? "
"Kurasa semuanya akan dibawa ketaman yang indah penuh dengan nyanyian dan tawa.Dhy, kenpa kau tanya itu ?"
"Entahlah Euphory, aku meraskan dad akan dibawa kesuatu tempat  yang penuh dengan penderitaan " dhy menjawab dengan tenang namun tatapanya pada peti mati yang akan di usung kedalam liang pemakan itu menakutkan, dan aku melihat Dhy menatap peti mati itu dengan tatapan tanpa kesedihan. Namun, penderitaan. 
Los Nuevo Inferno kindegarten.

   Aku hanya bisa menatap anak-anak yang bermain di taman berlarian riangnya penuh dengan tawa, menatap mereka entah hatiku senang walaupun ku tahu secara klinis fisikku tak sekuat Dhy. Dhy, ditakdirkan untuk menjadi adikku, Dhy patut untuk mendapatknya dan aku sangat menyayanginya, aku berharap ia bahagia.

   Namun, ketika ku tatap mata anak itu kepada seseorang yang jatuh didepanya dan menangis, ia hanya terdiam dan tidak melakukan apapun. seorang guru datang dan membangunkan anak yang mengis itu, lututnya berdarah karna jatuh, Dhy dengan wajah datarnya hanya menatap anak itu dan ia berhenti menangis dan bersembunyi di balik tubuh besar guru itu. Entah apa yang dikatakan guru itu sehingga ku melihat wajah Dhy sedikit murung, anehnya ia kembali menatap guru itu dan dengan agak terkaku guru itu pergi dengan bergegas.


---------------------------------------------------------------------------------Dhy


   Apa yang kuperhatikan adalah hal nyata dibalik tempat kerja Dad, seorang wanita yang hampir tak menggunakan sehelai benangpun di tubuhnya tertawa mengikik di pangkuan kursi Dad. Apa yang mereka lakukan ?. aku tak mengerti mengapa Dad bersama wanita itu. 
"Dhy, dimana kau ? " seseorang memanggilku, suaranya tak asing bagiku. aku terkaku tak bisa ku lontarkan sedikitpun kata-kata setelah melihat adegan mesum Dad diruang kantornya.
     kulihat Euphory mendatangiku dengan perlahan, kutatap matanya yang bingung menatapku.
"apa yang kau lakukan disini, Dhy ?" tanyanya
"ssssssstttttt ..... " aku mendesis dan menutup mulutnya dengan jari telunjukku.
" ayo cepat pergidari sini nanti ketahuan Dad " uacapku mendorong Euphory berbalik dan pergi. Namun sesuatu terjadi, ketika Euphory berbalik dan pergi, baru kulangkahkan kakiku untuk meninggalkan ruangan itu.
"Dhy ! apa yang kau lakukan didepan ruanganku ?! kemari kau ! " Dad keluar dan terkejut melihatku yang hendak lari, dengan sigap tanganya menarik kerah bajuku dari belakang hingga aku tercekik. Dad menarikku masuk kedalam kantornya kemudian melemparku kesofa miliknya.
"apa yang kau lakukan, Hah !?" kurasakan amarahnya mencuat dan merasa terganggu akan sikapku. 
 "tenanglah ,sayaang. anak kecil ini takkan menganggu dan membeberkan hubungan kita pada ibunya" ucap wanita itu, kemudian ia melangkah dan mencekam daguku hingga terasa sakit sekali.
"hmm, baiklah jikalau itu maumu " Dad luluh begitu saja karna ucapan wanita itu, kemudian menciumnya. Bagiku itu hal yang menjijikan.
"aku sedikit haus bisakah kita minum teh ? " tanya wanita itu.
"tentu sayang" jawab Dad.
" hei kau ! suruh kakakmu mempersiapkan teh, cepat ! " bentaknya
"ba..baik, Dad " jawabku tergugup dan pergi, aku tak mengerti jalan fikiran wanita ular itu, 
   Perlahan ku lewati lorong rumah tua ini denganjantung yang berdegup lebih cepat dari biasanya, aku takut sungguh aku takut. Ku melangkah menuju kamar Euphory, kulihat ia sedang bermain dengan bonekanya dan peralatan teanya. 
"Euphory, Dad menyuruh kita untuk menyiapkan tea" ucapku kelu.
"benarkah ? " tanyanya dan aku mengangguk.
" baiklah, aku akan mempersiapkan air panasnya dan kau menyiapkan cangkir dan tekonya" pintanya, dan aku kembali mengangguk.
    Perlahan namun pasti itu adalah prinsip aku dan Euphory selama ini. Ku buka lemari cangkir dan mengeluarkan satu per satu hingga menjadi sepasang, ku hampiri Euphori yang tiba-tiba saja terdiam, dan kudengar suara ringisan.
"Euphory, kau kenapa ?" aku mengendap endap mendekatinya kemudian ia berbalik.
"aku baik baik saja " ucapnya tersenyum.
" Ayo, kita temui Dad " ucapnya dan mengangkat teko kecil yang sudah diisi dengan air teh.
   Ya, kami berjalan dengan tangan dipenuhi oleh perlatan tea. aku membawa sepasang cangkir dan Euphory membawa tekonya, ketika Euphory menuangkan teh itu ke cangkir milik wanita itu, Euphory tak sengaja membuat cangkir tehnya terjatuh.
"AWW !! " teriak wanita itu karna tehnya menetes ke pahanya yang dengan mini skirt bewarna merah itu. 
     Tanpa ku sadari, tangan Euphory nampak melepuh, atau mungkin karena ia tak sengaja menyentuh panci air panas ketika ingin menuangkanya ke teko. Tanganya terlihat gemetar karna takut sekali wanita itu marah.
" maaf nyonya.. sungguh maaf...." ucap Euphory lirih seraya berusaha mengelap tumpahan itu dengan bajunya, karna bodohnya kami lupa membawa serbet ataupun tissu.
"Smith, lihatlah apa yang anakmu lakukan padaku !" rengeknya seraya menerpa tumpahan teh itu dan bergerak risih akan Euphory yang sudah membantunya sejak tadi.
   aku terdiam tak begeming entah apa yang akan dilakukan oleh Dad terhadap Euphory, sungguh hatikku benar-benar takut, aku melihat Dad menatap Euphory dengan geram, Dad mematikan puntung cerutunya yang mengepul sejak tadi, ia bangkit dari duduknya dan ia menarik rambut Euphory layaknya ekor kuda dan..
"plak ! " Dad menamparnya keras sekali hingga pipi kanan Euphory memerah, kutatap matanya yang sudah memerah karena menangis.
   Dad, sudah hentikan ! aku tak mampu untuk meneriakkannya hatiku meiringis saat melihat hidungnya mengeluarkan darah, aku bergegas menariknya keluar dan membawanya ke dapur.
"Euphory, maafkan aku..aku..aku.. tak bisa membantumu " ucapku ,sungguh aku merasa bersalah.
"sudahlah Dhy, tak apa, aku tetap bersukur kau tak di siksa oleh Dad dan nyonya itu " ucapnya sedikit bergetar seraya membersihkan hidungnya di wastafel.
   Hari demi hari sungguh panjang yang dilalui tanpa henti, setiap hari Dad pulang bersama wanita itu. Mom bekerja di kantor dan setiap hari pulang sangat larut. Aku dan Euphorylah yang terkurung di rumah yang penuh dengan suasana derita.


2 minggu kemudian.



  Aku tak mengerti apa fikiran mereka, kenapa manusia yang akan mati ditangisi padahal jika terfikirkan olehku, menangispun takkan mengembalikanya. Dad diberitakan tewas ketika mengemudi, Dad divonis mengidap jantung Coroner satu minggu lalu, dan penyakit itulah yang membunuhnya.
   Aku hanya melongok menatap ibu dan Euphory mengis sesenggukan mengantar dad kedalam pemakan, apakah mereka tidak sadar dengan apa yang dad lakukan terhadap kita ?. Dad berselingkuh dengan gadis berkepala ular itu, dan Euphory dipukul didepan mataku oleh dad karna tak sengaja menumpakahkan secangkir teh milik gadis itu, sungguh terlalu bukan ?.
   Kini ketika hujan rintik jatuh membasahi tanah lian pemakaman dad aku terheran kema akan dibawa tubuh sosok seorang ayah ini, yang telah memberikan beberapa rasa luka pada hati mom, aku hanya menatap peti itu aku berharap bahwa ia akan dibakar dan disiksa seperti ia menyiksa hati mom.
"Euphory, apakah kau tahu apa itu kematian ? kemana orang yang telah mati itu akan dibawa ? " kutanyakan itu padanya untuk menghilangkan rasa penasaran serta sesak dalam hatiku.
 "Kurasa semuanya akan dibawa ketaman yang indah penuh dengan nyanyian dan tawa.Dhy, kenpa kau tanya itu ?" kulihat matanya yang berlinang air mata mengucapkanya dengan tulus namun tersirat tanda kebingungan.
 "Entahlah Euphory, aku meraskan dad akan dibawa kesuatu tempat  yang penuh dengan penderitaan " saat ini itu yang kuharapkan, aku tak bersedih karna ia telah pergi meninggalkan kami, namun satu hal yang kurasakan yakni kebencian akan perbuatan Dad dan menyesal kenapa aku terlahir dari keluarga yang penuh penderitaan ini.
--------------------------------------------------------------------------------- Gabriella.


Musim Gugur, April 1978
    Akankah hari ini selalu datang saat aku merasakan kebahagiaan. Smith akan melamarku, di mengatakan bahwa ia mencinataiku, bahagianya aku. dunia ini berputar layaknya komedi putar dan kincir besar. begitu indahnya saat angin menerpa wajahku dan menggugurkan daun yang bewarna coklat oranye, gemericik air sungai yang kulalui saat aku sedang lari pagi, oh, cahaya matahari ini semakin hangat di tubuhku.
"Hai, Gabriella. mengapa wajahmu begitu bahagia ? "  tanya Emily seorang nenek yang sedak duduk menikmati musim gugur di pinggir danau.
"Hai, Emily. oh begitukah aku ?. " tanyaku seraya tersenyum seraya berlalu melanjutkan lari pagiku.
   Pernah beberapa orang berkata bahwa, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Namun, aku harus tetap yakin bahwa Smith mencintaiku, sampai kapanpun.
   Sesampainya dirumah, aku segera melepas handuk kecil yang tersangkut di leherku, badanku sungguh di bsahi oleh keringat. segera ku mandi dan mempersiapkan sarapan pagi lalu pergi menuju kampus.


Camerino University
"Gabriella, pernahkah kau terfikir jikalau smith tidak mencintaimu ?" tanya Jesicca
" Heii, apa yang kau fikirkan ? " kulontarkan kembali sebuah pertanyaan, tak dapat kufikirkan apa yang Jesicca tanyakan padaku tadi.
"Ya, mungkin saja kan. lagipula tidak heran jikalau ia sangat popular di antara para wanita. lalu kenapa ia memilihmu ? seorang gadis yang polos seperti mu ? "Jesicca menghujaniku pertanyaan. 
   Oh, apa yang harus aku lakukan ? jikalau semua itu benar-benar terjadi ?. Hatiku menggumam, semua yang dosen katakan di podium tak bisa menghilangkan fikiran-fikiran aneh itu, semua kalimat pertanyaan itu begitu menganggu. lalu kenapa ia memilihmu ? seorang gadis yang polos seperti mu ?.
   Kurasakan waktu tak bisa menghentikan waktu aga aku bisa memastikan semua itu benar-benar tidak benar, semua intuisi ini membuatku gila. Merubah dengan cepatnya perasaan berbungaku menjadi racun di pembuangan sampah yang sudah busuk. Akankah ini akan segera berakhir ?. OhTuhan hentikan waktu ini.
   Tic Tock Tic Tock . Dentuman jarum jam itu membuatku semakin depresi, waktu begitu lama dan berjalan lambat, kudengar tawa disekelilingku saat KRIIIIIIIIIIING !.
"Baiklah saya akan melanjutkanya minggu depan " seorang bapak tua itu turun dari podium dan keluar kelas. Aku hanya menghela nafas dan sedikit lega dan terbantu untuk kuliah ini sudah berakhir.
   Kulangkahkan kakik dengan cepat, bergegas ku ke locker penyimpanan buku dan meletakan semua isi tas ku kedalamnya. Ya. terkadang aku menginginkan otakku dapat kusimpan agar semua ini tak dapat membebaniku. Kubuka ponselku dan ku buka kontak yang ada dalam ponselku, ku cari dari satu per satu nama yang ada dari ber puluh-puluh nama dan pada khirnya aku menemukanya, Smith.
 "Hai, kau dimana ?, baiklah, maaf. bisakah kita berbicara sebentar ?. Oh, sekali lagi maaf. Jam 19.00 di Cafe seperti biasa, oke. sampai bertemu nanti, bye.... "
    Click ia memutus telfonya. Ya, hal itu biasa bagiku, menutup telfon sebelum ku ucapkan kata i love you padanya. Terkadang, aku sedikit ragu padanya, apakah ia mencintaiku ? mengapa ia melamarku ? . 
    
19.10 PM, Macquarie centre cafe
    Sudah telat 10 menit ku menunggunya. Tidak, lebih tepatnya aku telah berada di cafe ini 30 menit yang lalu. sudah kuhabiskan 2 cangkir kopi didepanku, namun ia belum juga datang.
     Kutatap keluar jendela yang dipenuhi dengan kaca, hujan yang sudah membanjiri kota yang redup akan lampu-lampu malam. Apakah ia takkan datang ?, apakah benar ia tidak mencintaiku ?. Fikiran itu terus kembali dan kembali layaknya bumerang bagiku, semakin jauh ku menepisnya maka semakin besar yang kurasakan, yakni keraguan.
"Maaf, Gabriella. apakah kau sudah menunggu lama ?" tiba-tiba saja ia datang dan kemudian duduk dihadapanku
"Ah, tidak. akupun baru saja datang " ucapku dengan senyum agak kupaksakan.
"Ada apa ? kau ingin membicarakan sesuatu denganku ? " tanyanya penasaran
 "Ah, iya. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu, maukah kau menjawab ini dengan sejujurnya ? " kini aku kembali dengan sebuah pertanyaan
"Tentu, kau membuatku sedikit takut sekarang. Ok, baiklah aku akan menjawabnya dengan jujur" ia menyetujuinya
"apakah kau mencintaiku ? " sepontan kutanyakan perasaan itu padanya
"Gabriella, apakah kau meragukanku ? tentu saja aku mencintaimu honey " jawabnya seraya merayu dan mengenggam tanganku.
"Setelah graduation dad memperkerjakan aku di perusahaanya. dan aku akan datang dan melamarmu " ucapnya meyakinkan. Aku hanya mengangguk dan tidak lama kemudian seorang pelayan datang dan memberikan sebuah menu.
      Aku merasakan bahwa malam ini aku harus yakin akan apa yang kurasakan juga apa yang ia rasakan, karena aku yakin semua itu tidak ada yang salah. Hanya saja aku terlalu terbawa emosi akan kehilangan yang begitu mendalam.
                                                                                                           Bab I _Fin
tambahan caracter ::



    sebenernya, Euphory gadis yang agak sedikit tomboy tapi manis lhoo... namun Dhy gadis yang feminim, aneh ga sih dengan sifat mereka ? tapi manis untuk dilihat.
 Mata yang bewarna Hazel ini mempunyai sifat kelembutan yang mungkin tidak dimilliki banyak orang pada zaman mereka, semua teman taman kanak-kanaknya memilik mata bewarna Old Brown, jadi hampir mirip hitam.
  jadi tak heran banyak orang yang bisa jatuh hati atau bahkan merasakan penderitaan karna mata ini. secara genetik mereka dilahirkan prematur tentu saja karena beberapa faktor yakni: orang tuanya terlalu banyak mengkonsumsi obat dan banyak mengalami tenanan emosional, bisa saja menyebabkan mereka mempunyai kepribadian yang aneh,, hiiiiii,,,, ayoo ikuti terus ceritanyaaaa.... :)