terkadang...
jika teringat kau berbohong akan dirimu sendiri, bahwa mengatakan aku adalah hidupmu bukan sekedar pendampingmu, namun aku percaya saja apa yang kau katakan.
terkadang..
jika teringat kau lebih sabar dariku, ternyata semua itu hanya bohong, sampai kau tak bisa mempertahankan perasaan yang sebenarnya, namun aku tetap percaya karna semua kebohonganmu, karna semu perkataanmu, aku adalah seorang yang bodoh.
menderita sendiri, tanpa kau menyadari betapa besarnya usahaku untuk mencintaimu, sejak aku tau betapa tak mungkinnya aku mencintaimu dengan awal pershabatan yang nyaman.
taukah kamu ?
ku fikir perasaan itu layaknya mobil yang bisa dimodifikasi sedemikian rupa, aku mencoba segalanya, mencoba menjadi orang lain, berbohong, manja, bahkan aku cuek walaupun setiap detik kutunggu pesan darimu.
taukah kamu ?
betapa rasa ini tak bisa terpendak jika sudah benar tumbuh, aku tak bisa memusuhimu sedikitpun, sakit, lagi lagi sakit.
semua memang salahku, maaf.. atas tutur kataku dan sikapku, ku tau semua ini sudah terlambat, selalu,, dan selalu,, penyesalan datang terlambat.
mengapa ? mengapa ??
kau tahu ?
sejak awal kau mencintaiku, aku hanya menganggapmu sebagai sahabat, terus ku mencari bagaimna caranya aku mencintaimu tulus benar dari hatiku bukan hanya sekedar dari fikiran dan ucapanku saja, aku terus mencarinya.
andai kau benar benar tahu sejauh apa dan sekuat apa hati ini terus mencari jawaban, sejauh dan sekuat apa aku terus mencari yang akan namanya cinta yang kau maksud, tetap saja kau takkan mengerti maksudku.
kau keras kepala, sungguh !
percuma saja aku mencurahkan dan menceritakan apa penderitaanku, apa ketakutanku, dan apa masalah yang sedangku alami, karna kau takkan mengerti, bagaimna caranya menghiburku, bagaimna cara membantuku, agaimana cara membimbingku, bahkan mengungkapkan jikalau kau benar-benar mencintaiku.
sungguh, aku tahu kau berfikir aku memang bodoh, ya itulah kenyataanya.
aku memang bodoh, tak mengerti maksudmu, aku tak mengerti bagaimana caramu,atau bahkan aku tak mngerti tuk mencintaimu.
tak satu orangpun didunia ini yang bisa membantuku, bahkan sahabat maupun keluargaku, saat kau datang, tahukah apa yang ku fikirkan ? aku berfikir banyak hal, salah satunya atau mungkin salah duanya, bagaimana aku yang seperti ini bisa mencintaimu dan mungkin kau bisa membantuku.
manusia tak ada yang sempurna, sejauh apa aku memaksakan dan sejauh apa aku mencoba, tetap selalu salah. dan kembali aku mencoba, namun kembali salah. apa yang harus aku lakukan ?.
hidupku tak merasakan cinta,,tahukah kamu akan itu ?
aku iri padamu saat kau tak memerlukan usaha, banyak cinta disekelilingmu tanpa kau sadari, banyak orang yang bisa menghiburmu, banyak orang yang bisa membantumu. kenapa kau tak menyadarinya ????
sungguh, mungkin duniamu dan duniaku berbeda, jangan kau sia-siakan hidupmu untukku yang penuh dengan kesedihan dan dilema. maaf sungguh aku minta maaf jikalau selama ini hanya menyakitimu tanpa memberi sedikitpun rasa bahagia, namun satu hal yang harus kau tahu, aku bahagia karnamu, ketika kau disisiku, kau membuatku tertawa, aku jatuh cinta padamu.
tak apa, itu tak apa apa.
walau sebenarnya aku tidak baik baik saja, aku tak bisa tidur dengan lelap, mata ini selalu manatap kosong saat aku memikirkanmu, duniaku ? kemana kah duniaku ? aku hanya bisa berpangku tangan dan menangis, hatiku pilu, tubuhku rasanya tak mampu untuk bergerak, senyumku semuanya hampa.
tahu kah kau ?
hati ini sudah membeku sejak lama, hati ini sudah rapuh sejak lama, saat kau datang semuanya serasa kuat dan mencair, namun mengapa ? kau selalu membekukanya kembali ? dan menggoreskan luka dan menancapkan beribu ribu duri di dalam hatiku ?
aku bertahan sampai saat ini, sungguh, aku bertahan akan fikiranku kau masih merindukanku, kau masih menyangiku, aku tetap bertahan dari rasa ini.
sejauh apa kekeras kepalamu, tak mampu ku tandingi, tetap saja hati ini selalu luluh, selalu luluh. aku ,, lelah akan hidup ini yang membuatku menangis, kenpa aku harus menangis ? apakah karna aku bodoh ? semua keluargaku menganggap aku bodoh... termasukkah dirimu ?
tahukah kamu ?
tahukah kamuuuu ??!!
aku kesal dengan diriku sendiri, mengapa aku yang kau pilih ? mengapa ? aku tak seperti yang kau harapkan, kehidupanku selalu rumit, kisah cintaku tak ada yang bahagia, inilah aku dengan hatiku, dan kau tak mengenalnya sama sekali, kurasa sampai saat inipun kau tak mengenalku.
kau mengacuhkanku, setiap detik kutatap handphoneku berharap kau kirimi aku pesan, namun yang ada hanya bayang semu akan dering sms yang sering kudengar, aku rindu itu dan aku rindu padamu.
aku lemah, sungguh akku terkadang memohon padamu tuk tak menyakitiku, namun apa daya tangan tak sampai, semua sudah terjadi. cintak tak harus memiliki, benar.
aku kembali akan berusaha, kembali akan kuat memaksakan hatiku, bahwa aku akan bahagia tanpamu, akan bahagia jika kau tak menemani hariku, akuakan kembali memaksakan itu, jikalau kau juga bahagia. itu keinginanku sejak awal, yang terpenting kau bahagia.
walau mungkin sebenarnya kau tak mengenalmu, aku tak mengetahui semuanya tetangmu, namun aku, akan tetap bahagia karnamu. aku benar benar tulus akan hal itu, dan terima kasih karna telah mencintaiku.
inilah aku dengan sejuta kesedihhan dan tanda tanyaku, aku hanya ingin kau tahu semuanya ... semuanya yang tlah melukaiku, bukan untuk memperburuknya, bukan juga untuk menghilangkanya. namun bagaimna caramu untuk merubahnya menjadi rasa bahagia.
sikapku padamu, bukan maksud untuk ingin menyakitimu, namun aku ingin kau belajar bagaimana hidupku dengan hidup orang lain, belajar bagaimana menghargai cinta yang tak se enaknya di katakan dan belajar bagaimana memperlakukan seorang wanita.
mungkin, sekarang engkau menganggapku musuhmu yang tlah melukaimu atau bahkan mengalahkanmu, maaf.. sayangnya semua itu salah.
sungguh ku kembali iri akan dirimu yang mampu bertahan akan kerasnya hati ini, aku iri akan gigihnya usahamu akan mengungkapkan bagaimana rasa cintamu namun tetap saja aku tak mengerti, entah mengapa apakah semua ini ada hubunganya dengan hatiku yang beku ?, entahlah.
tahu kah ?
tahukah dirimu ?
mengertikah dirimu ?
jika kau tulus dan benar benar mencintaiku..
kau tahu apa yang ku rasakan saat ini.
kau tahu seberapa penderitaan yang kualami saat ini.
a many little think called love
give a love = get a love
Sabtu, 31 Desember 2011
Rabu, 28 Desember 2011
biarlah...
lagi,, dan lagi...
kau melukai hati ini...
lelah sudah jiwa yang terpendam menahan peri yang tak sampai...
mengapa kau selalu saja mengulanginya...
lagi kau ulangi dan ulangi sehingga kau membuatku lelah...
biarlah..
semua ini hilang termakan oleh waktu...
karna waktu lebih bersabar dan takkan lelah..
biarlah air ini terus mengalir..
karna air ini takkan habis dari mataku..
mungkin..
inilah jalan yang terbaik..
pelajaran yang terbaik..
mungkin memang ini seharusnya yang terjadi..
tak apa ..
sungguh tak apa..
biarlah semuanya biarlah..
semuanya hanya sebatas penantian..
untuk saat ini..
biarlah semua pergi tak kembali..
biarlah..
malam tak berbintang..
biarlah hujan membasahiku..
biarlah angin menerpaku..
biarlah,,
aku takkan mengelak lagi..
aku takkan bertahan lagi...
biarlah..
kembali biarlah..
biarlah ia pergi..
atau aku yang pergi.....
Jumat, 23 Desember 2011
hatiku, hampa...
hampa...
hatiku hampa,,
serasa begitu kelam disaat semua ini begitu terulang, tanpa kau sadari hariku begitu berubah, menjadi hampa.
yang ku tahu hanya satu hal yakni bagaimana perasaanmu dan perasaanku, namun banyak hal yang aku sendiri tak mengetahui apa yang kurasakan, terkadang.
hatiku tidak bewarna, entah mengapa. apa karna aku tidak bahagia saat bersamamu ? ataukah hal yang lain yang tidak kusuka selalu terulang olehmu ?
trauma hatiku mencuat menguak semua yang ada, aku tak bahagia.
ingin rasanya aku menghentikan semua ini, namun sebelum kulakukan, yang ada hanya penyesalan yang tak bertepi.
ingin menangis tidak menyelesaikan masalah, namun aku puas meluapkan perasaanku, aku dan dia tak pernah bisa bersatu, mengapa ? entahlah.. akupun tak mengerti.
hari hariku membosankan tanpanya, namun terkadang hari hariku melelahkan karnanya. akupun bingung dengan tamperku sendiri, ada apa denganku ?
selalu, aku sendiri dipenuhi tanda tanya, adakah ia mengerti ? dikala diriku bertanya tanya akan hatiku, iapun selalu kembali bertanya, mengapa ?.
aku tak menyalahkan dirimu yang selalu menyerah dikala aku ingin berjuang mencari apa yang terjadi dengan diriku, namun selalu saja aku yang salah. dirimu memang begitu, namun aku tak mengerti.
dirimu selalu terima apa yang terjadi, dirimu selalu bersabar, mengapa aku tak bisa ? mengapa ? aku tak mengerti, cukup aku hanya mengetahui perasaanya, walaupun sebenarnya aku mengetahui semuanya namun itu hanyalah sekedar teori.
hampa. hatiku hampa..
entah mengapa dan ada apa...
ingin ku sudahi rasa ini, namun aku takut menerima kenyataan jikalau aku sakit meninggalkanya atau[u terluka tanpanya, perasaan ini sungguh begitu rumit, aku dan dia tak terbiasa akan suasana ini, aku dan dia tak terbiasa akan cinta yang sama. definisi cintaku dan definisi cintanya sungguh berbeda, namun diantara itu aku dan dia tak memahaminya.
kosong.. sungguh kosong..
apakah ini akibatnya karna aku terlalu memaksakan ? ataukah karna aku terlalu mencintainya ?. aku selalu bigung, selama ini aku belum menemukanya, jikalau saat aku bahagia karnanya, rasanya sungguh sesaat namun tanpanya aku kembali kosong dengan berjuta pertanyaan. apakah aku kembali ke diriku yang kelam ? hanya ada penderitaan karna cinta, aku hanya takut untuk menempuh semuanya bersama dan terluka ataupun yang terparahnya adalah aku melukainya.
salah, aku yang salah.
aku yang terlalu terluka hingga tanpa sadar aku melukai perasaanmu. namun adakah jawaban yang selama ini aku tanyakan terjawab ? sungguh aku ingin tahu jawabnya, sehingga aku tak melukai siapapun.
hatiku sakit karna hampa..
telah habis kata yang tlah ku ungkapkan untuk diriku sendiri bahwa didunia ini perasaan tak hanya satu. namun , begitu banyak yang kurasakan sehingga akupun bingung untuk membedakanya, waktu tak menentukan semuanya, hatipun tak selalu menjadi acuan, lalu apa ?
benar tak semudah itu melupakan apalagi mencintai seseorang dengan sepenuh hati, sepi sungguh hati ini.
kalbuku, layaknya angin yang berhembus dipadang rumput, menggoyangkan semua ilalang yang tegap dengan segala bunganya.namun inilah aku , seorang yang mungkin akan menyakitimu entah pula mungkin akan membahagiakanmu, aku ingin di perlakukan layaknya seorang wanita yang dibimbing olehmu, sungguh aku lelah sekali jikalau selalu diatasmu, aku tak ingin seperti itu, kumohon pelajarilah bagaimana posisiku dan pelajarilah posisimu. jangan pelajari dari diriku, pelajarilah dari orang lain yang bukan diriku, itulah hal yang terpenting bahwa semua memiliki tempatnya masing-masing.
hatiku hampa,,
serasa begitu kelam disaat semua ini begitu terulang, tanpa kau sadari hariku begitu berubah, menjadi hampa.
yang ku tahu hanya satu hal yakni bagaimana perasaanmu dan perasaanku, namun banyak hal yang aku sendiri tak mengetahui apa yang kurasakan, terkadang.
hatiku tidak bewarna, entah mengapa. apa karna aku tidak bahagia saat bersamamu ? ataukah hal yang lain yang tidak kusuka selalu terulang olehmu ?
trauma hatiku mencuat menguak semua yang ada, aku tak bahagia.
ingin rasanya aku menghentikan semua ini, namun sebelum kulakukan, yang ada hanya penyesalan yang tak bertepi.
ingin menangis tidak menyelesaikan masalah, namun aku puas meluapkan perasaanku, aku dan dia tak pernah bisa bersatu, mengapa ? entahlah.. akupun tak mengerti.
hari hariku membosankan tanpanya, namun terkadang hari hariku melelahkan karnanya. akupun bingung dengan tamperku sendiri, ada apa denganku ?
selalu, aku sendiri dipenuhi tanda tanya, adakah ia mengerti ? dikala diriku bertanya tanya akan hatiku, iapun selalu kembali bertanya, mengapa ?.
aku tak menyalahkan dirimu yang selalu menyerah dikala aku ingin berjuang mencari apa yang terjadi dengan diriku, namun selalu saja aku yang salah. dirimu memang begitu, namun aku tak mengerti.
dirimu selalu terima apa yang terjadi, dirimu selalu bersabar, mengapa aku tak bisa ? mengapa ? aku tak mengerti, cukup aku hanya mengetahui perasaanya, walaupun sebenarnya aku mengetahui semuanya namun itu hanyalah sekedar teori.
hampa. hatiku hampa..
entah mengapa dan ada apa...
ingin ku sudahi rasa ini, namun aku takut menerima kenyataan jikalau aku sakit meninggalkanya atau[u terluka tanpanya, perasaan ini sungguh begitu rumit, aku dan dia tak terbiasa akan suasana ini, aku dan dia tak terbiasa akan cinta yang sama. definisi cintaku dan definisi cintanya sungguh berbeda, namun diantara itu aku dan dia tak memahaminya.
kosong.. sungguh kosong..
apakah ini akibatnya karna aku terlalu memaksakan ? ataukah karna aku terlalu mencintainya ?. aku selalu bigung, selama ini aku belum menemukanya, jikalau saat aku bahagia karnanya, rasanya sungguh sesaat namun tanpanya aku kembali kosong dengan berjuta pertanyaan. apakah aku kembali ke diriku yang kelam ? hanya ada penderitaan karna cinta, aku hanya takut untuk menempuh semuanya bersama dan terluka ataupun yang terparahnya adalah aku melukainya.
salah, aku yang salah.
aku yang terlalu terluka hingga tanpa sadar aku melukai perasaanmu. namun adakah jawaban yang selama ini aku tanyakan terjawab ? sungguh aku ingin tahu jawabnya, sehingga aku tak melukai siapapun.
hatiku sakit karna hampa..
telah habis kata yang tlah ku ungkapkan untuk diriku sendiri bahwa didunia ini perasaan tak hanya satu. namun , begitu banyak yang kurasakan sehingga akupun bingung untuk membedakanya, waktu tak menentukan semuanya, hatipun tak selalu menjadi acuan, lalu apa ?
benar tak semudah itu melupakan apalagi mencintai seseorang dengan sepenuh hati, sepi sungguh hati ini.
kalbuku, layaknya angin yang berhembus dipadang rumput, menggoyangkan semua ilalang yang tegap dengan segala bunganya.namun inilah aku , seorang yang mungkin akan menyakitimu entah pula mungkin akan membahagiakanmu, aku ingin di perlakukan layaknya seorang wanita yang dibimbing olehmu, sungguh aku lelah sekali jikalau selalu diatasmu, aku tak ingin seperti itu, kumohon pelajarilah bagaimana posisiku dan pelajarilah posisimu. jangan pelajari dari diriku, pelajarilah dari orang lain yang bukan diriku, itulah hal yang terpenting bahwa semua memiliki tempatnya masing-masing.
Sabtu, 10 Desember 2011
UcapKU
sakit..
dikala kau tak berada disisiku. tak melihat tawamu yang membuat jantungku kembali berdebar kencang seakan-akan ingin melompat keluar, namun entah mengapa hanya air mata yang mampu aku lampiaskan.entah mengapa hanya kekecewaan yang kudapat. rasanya tawaku sayu tak bercahaya, rasanya mataku gelap tak ingin melihat. namun mengapa semua ini terjadi, dikala perasaan ini tak lagi saling menyapa karena waktu dan jarak yang memisahkan kita.
pedih..
dikala disaat ku merindukanmu.. kau tak disampingku, kembali ku melampiaskanya dengan air mata, tahukah,, mungkin jikalau diriku adalah sungai,, mungkin sungai itu mengering, atau mungkin jikalau aku adalah hutan, mungkin hutan itu akan layu dan tandus. diriku, tak pernah kau pahami, hatiku tak pernah kau indahi.sungguh rasanya diri ini pedih..
pupus..
dikala kau menghancurkan harapanku yang kian melambung tentangmu, adakah kau mengerti ? dimana saatnya kubutuh bealaianmu, namun kembali pada ingatanku bahwa kita saling berpisah jauh oleh ruang dan waktu. namun aku pupus..
luluh..
dikala semua yang telah kau lakukan, dikala kau menjatuhkan semua harapanku, dikala kau menjadikanku sebuah fatamorgana dalam hatiku sendiri. aku selalu luluh,, luluh akan hatimu, hatimu yang tulus mencintaiku. yang tulus menyayangiku apa adanya. semua rasa sakit itu kembali sirna semua pedih dalam hatiku terobati, semua tangisku seketika berhenti mengair,semua harapan pupusku kembali. aku kembali luluh...
lihat aku.
aku bukan siapa-siapa aku hanya seorang wanita biasa yang memiliki banyak kekurangan, aku hanya seonggok daging yang penuh dengan kesalahan, aku hanya seorang wanita yang masih tersambut oleh emosi yang kekanak kanakan, ataupun emosi yang egois.
perasaan ini, aku selalu bingung mengungkapkanya dikala kau memintaku untuk mengatakanya, sulit untukku mengungkapkan semua yang kurasakan pada dirimu, semua rasa itu bercampur aduk sehingga aku tak mengerti memilih dimanakah hatiku yang kutananm padamau ataupun juga sebaliknya.
lihat aku.
jujur untuk saat ini, inilah aku, inilah jati diriku yang mungkin tidak semua orang lain tahu.aku mencintaimu layaknya kau mencintaiku, layaknya kau menyayangiku, sesungguhnya aku bisa mngorbankan apapun untukmu apapun itu termasuk kebahagiaanku sendiri.
diri ini, mungkin tak sepadan untukmu, diri ini mungkin tak sesempurna yang kau harapkan, memberikanmu rasa sakit lebih dari yang kau beri untukku. namun sungguh, perasaan ini membuatku gusar dan resah akan rasa trauma yang kian menghantui, namun inilah aku, kuharap kau selalu bersabar.
inilah aku dan selamanya akan selalu begitu, ku berharap jika sesuatu hal yang buruk terjadi, aku selalu berharap, jangan pupuskan perasaan diantara kita, karna hanya itulah satu-satunya cara bagaimana kita belajar dan menyikapi perasaan, untuk saat ini, tak apa kau menyakitiku, untuk saat ini tak apa kau membiarkanku menjadi percobaan perasaanmu, untuk saat ini, semuanya tak apa.. dan aku yakin aku akan baik-baik saja.percayalah, suatu saat nanti, waktu yang sekian berputarnya menyatukan hati dan perasaan yang kian lama bersembunyi dibalik awan maupun langit yang berawan. menjadi cerah dan berbintang.
dirimu,,
selalu tersenyum dikala aku menyakitimu, dirimu hal yang etrsabar yang pernah aku temui, terimakasih kau selalu menjaga hatiku, begitu dengan dirimu, akupun juga akan selalu begitu.
dikala kau tak berada disisiku. tak melihat tawamu yang membuat jantungku kembali berdebar kencang seakan-akan ingin melompat keluar, namun entah mengapa hanya air mata yang mampu aku lampiaskan.entah mengapa hanya kekecewaan yang kudapat. rasanya tawaku sayu tak bercahaya, rasanya mataku gelap tak ingin melihat. namun mengapa semua ini terjadi, dikala perasaan ini tak lagi saling menyapa karena waktu dan jarak yang memisahkan kita.
pedih..
dikala disaat ku merindukanmu.. kau tak disampingku, kembali ku melampiaskanya dengan air mata, tahukah,, mungkin jikalau diriku adalah sungai,, mungkin sungai itu mengering, atau mungkin jikalau aku adalah hutan, mungkin hutan itu akan layu dan tandus. diriku, tak pernah kau pahami, hatiku tak pernah kau indahi.sungguh rasanya diri ini pedih..
pupus..
dikala kau menghancurkan harapanku yang kian melambung tentangmu, adakah kau mengerti ? dimana saatnya kubutuh bealaianmu, namun kembali pada ingatanku bahwa kita saling berpisah jauh oleh ruang dan waktu. namun aku pupus..
luluh..
dikala semua yang telah kau lakukan, dikala kau menjatuhkan semua harapanku, dikala kau menjadikanku sebuah fatamorgana dalam hatiku sendiri. aku selalu luluh,, luluh akan hatimu, hatimu yang tulus mencintaiku. yang tulus menyayangiku apa adanya. semua rasa sakit itu kembali sirna semua pedih dalam hatiku terobati, semua tangisku seketika berhenti mengair,semua harapan pupusku kembali. aku kembali luluh...
lihat aku.
aku bukan siapa-siapa aku hanya seorang wanita biasa yang memiliki banyak kekurangan, aku hanya seonggok daging yang penuh dengan kesalahan, aku hanya seorang wanita yang masih tersambut oleh emosi yang kekanak kanakan, ataupun emosi yang egois.
perasaan ini, aku selalu bingung mengungkapkanya dikala kau memintaku untuk mengatakanya, sulit untukku mengungkapkan semua yang kurasakan pada dirimu, semua rasa itu bercampur aduk sehingga aku tak mengerti memilih dimanakah hatiku yang kutananm padamau ataupun juga sebaliknya.
lihat aku.
jujur untuk saat ini, inilah aku, inilah jati diriku yang mungkin tidak semua orang lain tahu.aku mencintaimu layaknya kau mencintaiku, layaknya kau menyayangiku, sesungguhnya aku bisa mngorbankan apapun untukmu apapun itu termasuk kebahagiaanku sendiri.
diri ini, mungkin tak sepadan untukmu, diri ini mungkin tak sesempurna yang kau harapkan, memberikanmu rasa sakit lebih dari yang kau beri untukku. namun sungguh, perasaan ini membuatku gusar dan resah akan rasa trauma yang kian menghantui, namun inilah aku, kuharap kau selalu bersabar.
inilah aku dan selamanya akan selalu begitu, ku berharap jika sesuatu hal yang buruk terjadi, aku selalu berharap, jangan pupuskan perasaan diantara kita, karna hanya itulah satu-satunya cara bagaimana kita belajar dan menyikapi perasaan, untuk saat ini, tak apa kau menyakitiku, untuk saat ini tak apa kau membiarkanku menjadi percobaan perasaanmu, untuk saat ini, semuanya tak apa.. dan aku yakin aku akan baik-baik saja.percayalah, suatu saat nanti, waktu yang sekian berputarnya menyatukan hati dan perasaan yang kian lama bersembunyi dibalik awan maupun langit yang berawan. menjadi cerah dan berbintang.
dirimu,,
selalu tersenyum dikala aku menyakitimu, dirimu hal yang etrsabar yang pernah aku temui, terimakasih kau selalu menjaga hatiku, begitu dengan dirimu, akupun juga akan selalu begitu.
Senin, 14 November 2011
JUST TRUST IT !
terlalu memusingkankah jikalau aku bertanya sehingga tak lagi memperjelas apa yang ku maksud ? ataukah membingunkanya prasaanku yang kini tlah terkuak bagai peti harta karun ? ataukah sebegitu rapuhnya perasaan ini sehingga aku sendiri tak mengerti apa maksud dari semua itu.
salahkah ? jikalau prasaan ini sudah tak terhentikan lagi ? apa yang harus aku lakukan tuk terus pergi dari bayang yang tak seharusnya menjadi milikku ? akankah rasa pengharapan itu tak kunjung hilang ? akanakah waktu akn menjawab semua itu sementara aku tak bergeming sedikitpun akan sebuah kenyataan pahit ?
kini aku kembali berfikir jikalau aku ini hanya sebuah debu yang akan terhempas oleh angin, mengapa aku selalu mempertanyakan apa diriku ? dan apa yang harus aku lakukan sehingga seluruh dunia tahu bahwa lemahnya diriku ?
namun, sesungguhnya aku tak menyadari bahwa waktu terus berputar, waktu terus berjalan seiring angin yang berhembus, seiring hati yang berbicara jiklau aku tak sendiri. jikalau aku kuat untuk menahan semua terpaan yang akan melanda jiwaku, mangapa ? kapan ? atau bagaimna ? semua pertanyaan itu mungkin akan hilang seiring waktu yang mengatakanya.
sebegitu terlukanyakah aku ? sampai aku tak mampu mengobatinya sendiri ? lagi lagi dan lagi aku selalu kembali bertanya, ada apa sesungguhnya ? apakah pemikiranku terlalu rumit untuk aku jabarkan layaknya rumus-rumus einstein yang tlah menghabiskan bertahun-tahun lamanya penelitian ?
kembali menyimaki beberapa waktu yang berdetak tak menentu,, aku menapaki jalan yang sungguh jauh dan dikelilingi oleh tebing yang curam namun aku tak melihat bahwa burng yang bebas beterbangan mengelilingi jalanku, apakah aku harus peduli ? ataukah aku akan terus berjalan walau dengan perlahan ? ataukah aku harus mengikuti burung yang dengan bebasnya itu ?
sungguh aku lelah dengan semua peradaban ini ! kenapa aku harus begitu rapuh dan tak kuat seperti yang lainya ,, apakah karena aku tak percaya oleh apa yang aku rasa ? apakah aku merasakan sebuah halusi atau rekayasa sebuah kehidupan ? seakan akan aku melayang diantara keduanya,, yang haus akan pertanyaan belaka, rasa tak percaya muncul berhamburan tak henti-hentinya mencuat dan berbalik menggerayangiku sehingga aku harus kembali meringis ketakutan akan pertanyaanku, betapa bodohnya aku !
ya satu-stunya jalan agar aku harus percaya akan kenyataan yang kutahu tak seindah mimpi, namun dimna aku harus bisa melihat seberkas cahaya yang mungkin orang lain tak mampu melihatnya aku akan terus berjalan, walaupun itu membutakan mataku, aku akan tetap yakin dan percaya bahwa itu AKU !.
salahkah ? jikalau prasaan ini sudah tak terhentikan lagi ? apa yang harus aku lakukan tuk terus pergi dari bayang yang tak seharusnya menjadi milikku ? akankah rasa pengharapan itu tak kunjung hilang ? akanakah waktu akn menjawab semua itu sementara aku tak bergeming sedikitpun akan sebuah kenyataan pahit ?
kini aku kembali berfikir jikalau aku ini hanya sebuah debu yang akan terhempas oleh angin, mengapa aku selalu mempertanyakan apa diriku ? dan apa yang harus aku lakukan sehingga seluruh dunia tahu bahwa lemahnya diriku ?
namun, sesungguhnya aku tak menyadari bahwa waktu terus berputar, waktu terus berjalan seiring angin yang berhembus, seiring hati yang berbicara jiklau aku tak sendiri. jikalau aku kuat untuk menahan semua terpaan yang akan melanda jiwaku, mangapa ? kapan ? atau bagaimna ? semua pertanyaan itu mungkin akan hilang seiring waktu yang mengatakanya.
sebegitu terlukanyakah aku ? sampai aku tak mampu mengobatinya sendiri ? lagi lagi dan lagi aku selalu kembali bertanya, ada apa sesungguhnya ? apakah pemikiranku terlalu rumit untuk aku jabarkan layaknya rumus-rumus einstein yang tlah menghabiskan bertahun-tahun lamanya penelitian ?
kembali menyimaki beberapa waktu yang berdetak tak menentu,, aku menapaki jalan yang sungguh jauh dan dikelilingi oleh tebing yang curam namun aku tak melihat bahwa burng yang bebas beterbangan mengelilingi jalanku, apakah aku harus peduli ? ataukah aku akan terus berjalan walau dengan perlahan ? ataukah aku harus mengikuti burung yang dengan bebasnya itu ?
sungguh aku lelah dengan semua peradaban ini ! kenapa aku harus begitu rapuh dan tak kuat seperti yang lainya ,, apakah karena aku tak percaya oleh apa yang aku rasa ? apakah aku merasakan sebuah halusi atau rekayasa sebuah kehidupan ? seakan akan aku melayang diantara keduanya,, yang haus akan pertanyaan belaka, rasa tak percaya muncul berhamburan tak henti-hentinya mencuat dan berbalik menggerayangiku sehingga aku harus kembali meringis ketakutan akan pertanyaanku, betapa bodohnya aku !
ya satu-stunya jalan agar aku harus percaya akan kenyataan yang kutahu tak seindah mimpi, namun dimna aku harus bisa melihat seberkas cahaya yang mungkin orang lain tak mampu melihatnya aku akan terus berjalan, walaupun itu membutakan mataku, aku akan tetap yakin dan percaya bahwa itu AKU !.
Jumat, 11 November 2011
BIARLAH ' IA ' MENYAPA
adakah bertanya dalam hati saat semuanya mebisu dalam hati
namun kini takkah kau tahu..
perasaan yang tiba2 membisu kembali bagai tersiram oleh air yang turun dari langit..
tak ada halau maupun debu yang hinggap...
dunia seakan akan membisu dan gelap
namun, dibalik gelap pasti ada cahaya yang entah bisa tergapai atau mungkin tidak
seakan angan-angan membayangi bintang yang terang
adakah ia menyapaku dalam kesunyian ku menjawab
mungkin tidak..
namun biar burung kecil berbisik mungkin ia merindumu,,
namun sang katak melompat dengan gusar dan pergi meninggalkan kata
bahwa rasa yang ku tanyakan tak perlu di jawab..
namun mengertikah disaat harimau mengaum
semua pergi bagai ombak mederu di lautan
hati harimaupun meringis bahwa iapun bertanya ,,,
semua rasa serta desah dalam hati yang menggalau membuatnya menjadi lapar ..
santapanyapun pergi..
akan tetapi kini sang harimaupun jatuh dalam mangsa..
yang berharap akan menyapanya..
adakah ia akan menjadi korbanku,,
namun hatinya menjawablain,,
aku tlah jatuh dalam sebuah keharusan dan hatiku
namun disisi lain lagi sang harimau bertanya mengapa aku harus memakanya
dan sang mangsapun tahu bahwa angin menghembuskan langkahnya..
harimaupun kembali akankah ia menyapaku...
dengan kebranian..
semua hela dan deru kembali bertaut akankah semua berakhir..
akankah semua kembali dalam keadaanya seperti semula,,
namun
hati tak pernah dimengerti
biar bulu berterbangan
biar duri terus menancap
biarlah ia menyapa,,
walau menyapa dalam bisu
walau menyapa dalam rasa sakit yang terpendam,,
dan kini biarlah ia menyapa
*kesimpulanya.... hti tak bisa di tebak, sejauh apapun dirimu mempelajari hati seseorang belum tentu akan sama pada kenyataanya.. namun jikalau kamu percaya dan berani mungkin orang yang kau harapkan bisa mmenyapamu walau rasa itu perih..
semnagat !!!!
namun kini takkah kau tahu..
perasaan yang tiba2 membisu kembali bagai tersiram oleh air yang turun dari langit..
tak ada halau maupun debu yang hinggap...
dunia seakan akan membisu dan gelap
namun, dibalik gelap pasti ada cahaya yang entah bisa tergapai atau mungkin tidak
seakan angan-angan membayangi bintang yang terang
adakah ia menyapaku dalam kesunyian ku menjawab
mungkin tidak..
namun biar burung kecil berbisik mungkin ia merindumu,,
namun sang katak melompat dengan gusar dan pergi meninggalkan kata
bahwa rasa yang ku tanyakan tak perlu di jawab..
namun mengertikah disaat harimau mengaum
semua pergi bagai ombak mederu di lautan
hati harimaupun meringis bahwa iapun bertanya ,,,
semua rasa serta desah dalam hati yang menggalau membuatnya menjadi lapar ..
santapanyapun pergi..
akan tetapi kini sang harimaupun jatuh dalam mangsa..
yang berharap akan menyapanya..
adakah ia akan menjadi korbanku,,
namun hatinya menjawablain,,
aku tlah jatuh dalam sebuah keharusan dan hatiku
namun disisi lain lagi sang harimau bertanya mengapa aku harus memakanya
dan sang mangsapun tahu bahwa angin menghembuskan langkahnya..
harimaupun kembali akankah ia menyapaku...
dengan kebranian..
semua hela dan deru kembali bertaut akankah semua berakhir..
akankah semua kembali dalam keadaanya seperti semula,,
namun
hati tak pernah dimengerti
biar bulu berterbangan
biar duri terus menancap
biarlah ia menyapa,,
walau menyapa dalam bisu
walau menyapa dalam rasa sakit yang terpendam,,
dan kini biarlah ia menyapa
*kesimpulanya.... hti tak bisa di tebak, sejauh apapun dirimu mempelajari hati seseorang belum tentu akan sama pada kenyataanya.. namun jikalau kamu percaya dan berani mungkin orang yang kau harapkan bisa mmenyapamu walau rasa itu perih..
semnagat !!!!
Senin, 31 Oktober 2011
kata yang belum sempat terucap
Masih tetap terucap dalam rasa yang berhembus dingin, masih tetap mnyelimuti semua asa dan impianku, terasa begitu dingin tak bertepi sehingga meruntuhkan bermacam axiomaku. dimalam yang hendakku iringi rasa meringis yang kian mendalam. aku ingin menjerit di tengah sebuah kesunyian, namun aku takut , takut akan sebuah kegundahan sebuah hati yang tak bisa aku tangisi.
"aku disini,selalu menanti,, ku takkan letih menunggumu..."
Vierra_semua tentangmu
kutahu rasa yang telah membeku ini takkan lagi mencair, kenpa ? entahlah. selalu ada bayang yang menghantuiku sehingga aku selalu terbangun saat tidur lelapku, menangis dalam tiap sunyiku, tertawa disaat semua orang sibuk akan dunianya, tampakkah aku tak waras ? hah ! semua membual !
sebuah prasaan takkan kamu ketaui jikalau kamu tak merasakan rasa sakit, ataupun rasa bahagia, karena semua rasa itu akan menimbulkan suatu prasan yang sinkron akan sifatmu. semua yang kurasakan kini bagai diterjang ombak namun aku tak goyah, tak peduli apa yang orang katakan, tak peduli apa yang orang lakukan, aku ya aku bukan dia atau mereka, karena inilah aku !
terkadang hati ini kurasakan layaknya lilin yang hampir padam, namun ada satu patah kata yang selama ini belum sempat terkatan sebelum ku pergi,, yakni
" terimkasih karena aku sempat mengenalmu "
Langganan:
Postingan (Atom)